Berita Harian Tentang Air Bersih Berita Air Bersih 4 Cara Ubah Air Tak Layak Konsumsi Jadi Air Minum

4 Cara Ubah Air Tak Layak Konsumsi Jadi Air Minum



Kebutuhan manusia akan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari, baik untuk digunakan sebagai sarana mencuci sampai dengan untuk diminum, dari tahun ke tahun semakin besar. Khususnya di Indoneia sendiri, kebutuhan tersebut juga tak kalah besar dari negara-negara lain karena populasi penduduk di Tanah Air juga terus meningkat setiap tahunnya.

Untuk itu dibutuhkan cara tepat agar dapat mengatasi masalah keterbatas4 Cara Ubah Air Tak Layak Konsumsi Jadi Air Minuman air bersih, khususnya di daerah perkotaan atau juga hampir di semua tempat di Indonesia ketika musim kemarau tiba. Cara-cara sederhana yang dapat dilakukan antara lain dengan tidak membuang sampah sembarangan terutama ke sungai sampai dengan tidak menggunduli hutan atau membuka lahan sembarangan.

Namun semua hal tersebut merupakan cara-cara preventif yang berfungsi untuk mencegah ketersediaan air bersih semakin menipis, akan tetapi bagaimana cara untuk mengatasi lebih tepat lagi? Jawabannya adalah ada berbagai macam cara, salah satunya adalah dengan sistem pengubahan dan pengolahan.

Berikut beberapa cara pengubahan dan pengolahan air yang sudah ada dan diterapkan di Indonesia

Mengubah air laut jadi air minum

Memang jika langsung meminum air laut, maka akan ada banyak masalah yang bakal didapatkan, khususnya dapat membuat organ dalam terkena imbasnya karena tingkat atau kadar garam yang terkandung sangatlah tinggi.

Untuk mengubah air laut menjadi tawar adalah dapat dilakukan dengan cara desalinasi atau pemisahan air asin dan air tawar yang terdapat pada air laut. Cara untuk membuat air laut menjadi air tawar adalah dengan menggunakan metode osmosis terbalik atau reverse osmosis.

Mengolah air limbah jadi air bersih

Air limbah adalah sebuah jenis air yang sudah terkontaminasi oleh zat-zat kimia hasil olahan produk yang dibuang pabrik ke tempat-tempat yang dialiri air, seperti salah satu contohnya adalah sungai. Tentu saja karena terdapatnya kandungan bahan kimia di dalamnya, maka otomatis air yang tercampur dengan limbah tersebut akan tercemar dan kehilangan kualitasnya.

Oleh karenanya, dibutuhkan cara tepat dalam mengatasi permasalahan air limbah dan juga keterbatasan air bersih tersebut. Untuk mengolah air limbah agar dapat dijadikan bersih kembali, maka ada 3 cara yang dapat dilakukan, yaitu menggunakan bangunan intake, memakai bak prasedimentasi atau juga melalui Water Treatment Plant (WTP) serta yang terakhir adalah melalui cara reservoir atau penampungan air yang kemudian menggunakan konsep gravitasi.

Menjadikan air gambut jadi air minum

Seperti halnya air laut, air gambut merupakan jenis air yang terdapat di sekitaran hutan rawa gambut atau juga di daerah yang ditanami banyak pohon bakau. Secara umum, air gambut tersebut memiliki tingkat asam yang tinggi dan berwarna merah kecoklatan. Selain itu, air jenis ini memiliki banyak partikel kecil yang berasal dari sedimentasi dan juga pencemaran lingkungan oleh masyarakat. Dikarenakan hal itulah, mak jenis air ini tidak layak untuk dikonsumsi, baik hanya sebagai mencuci apalagi untuk diminum.

Cara untuk mengubah air gambut agar dapat diminum adalah dengan menggunakan metode filtrasi atau koagulasi. Metode ini mirip dengan cara penyaringan alami, yaitu menggunakan berbagai bahan lain sebagai penyaring, seperti kayu, batu, pasir, arang dan lain sebagainya.

Ubah air selokan jadi layak untuk dikonsumsi

Jika mendengar kata selokan, maka yang terbersit adalah genangan air yang keruh, berbau dan juga sangat tidak layak untuk dikonsumsi. Namun ternyata air jenis itu juga dapat diubah agar nantinya bisa dikonsumsi lagi. Caranya adalah mirip dengan metode mengubah air gambut menjadi air minum, yaitu dengan filtrasi. Bahkan bahan-bahan yang digunakannya pun juga sama.

Tags: ,

1 thought on “4 Cara Ubah Air Tak Layak Konsumsi Jadi Air Minum”

  1. ginting padang says:

    bagus ini artikelnya sangat bermanfaat terima kasih min

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *