Berita Harian Tentang Air Bersih Berita Air Bersih 6 Faktor Penyebab Sering Terjadinya Kekeringan di Indonesia

6 Faktor Penyebab Sering Terjadinya Kekeringan di Indonesia



Ketika musim kemarau tiba, kekeringan dan juga minimnya ketersediaan air bersih adalah masalah yang kerap dialami oleh banyak orang di Indonesia setiap tahunnya. Tentunya menjadi satu hal yang cukuo mengherankan kenapa Indonesia yang merupakan negara tropis dan kaya akan sumber dayanya, justru sering kekeringan. Nah, berikut ini adalah faktor-faktor yang menyebabkan Indonesia sering alami kekeringan parah ketika kemarau tiba.

Posisi geografis

Indonesia merupakan negara yang berada tepat di garis khatulistiwa dan diapit oleh 2 benua dan 2 samudera. Selain itu, Indonesia secara geografis terdapat di daerah monsoon atau sebuah fenomena alam di mana seringnya terjadi perubahan iklim secara ekstrem karena terjadinya perubahan tekanan udara dari daratan. Dengan terjadinya perubahan tersebut, maka secara tidak langsung menyebabkan jet steam effect dari lautan yang langsung menghempas daratan dengan hawa panas yang mengikutinya.

Dengan hawa panas dan kekuatan angin yang tinggi tersebut, maka membuat banyak daerah yang awalnya memiliki kandungan air, menjadi terkena imbasnya atau menjadi kering. Hal tersebut semakin parah efeknya ketika musim kemarau tiba dimana secara alami musimnya sudah kering dan panas, masih mendapatkan tambahan tekanan dikarenakan fenomena monsoon tersebut.

Lihat juga : 6 KEGUNAAN AIR BERSIH UNTUK MANUSIA

Penggunaan air tanah secara berlebih

Penggunaan air tanah secara berlebihan atau dikenal dengan istilah permasalahan agronomis tersebut memiliki imbas terhadap lingkungan, yaitu membuat kekeringan di sejumlah tempat, terlebih saat kemarau tiba. Permasalahan agronomis ini disebabkan oleh penggunaan air tanah secara berlebih oleh para petani saat musim kemarau agar dapat digunakan untuk mengairi sawah atau ladanganya. Sayangnya, cara tersebut justru membuat cadangan air ikut terangkut dan membuat pasokannya menjadi kering dan habis.

Kerusakan hidrologis

Memang tidak dapat dikatakan bahwa untuk masalah kerusakan hidrologis ini sepenuhnya disebabkan oleh manusia, karena alam sendiri yang dapat menjadi pemicunya. Kerusakan hidrologis tersebut merupakan rusaknya fungsi dari wilayah hulu sungai karena waduk dan saluran irigasinya terisi sendimen dalam jumlah besar. Dikarenakan hal itu, maka kapasitas dan daya tampung air menjadi berkurang jauh yang mana akhirnya dapat memicu kekeringan ketika kemarau.

Rendahnya tingkat curah uap air dan awan

Kekeringan yang terjadi di Indonesia juga dapat disebabkan oleh pengimpangan iklim yang mana membuat hujan menjadi jarang turun. Hal tersebut dikarenakan rendahnya tingkat produksi uap air dan awan di beberapa tempat di Indonesia yang akhirnya membuat minimnya hujan. Dengan sangat sedikitnya hujan yang turun, maka musim kemarau juga akan semakin lama dan menyebabkan kekeringan melanda.

Faktor global warming

Memang tidak hanya terjadi di Indonesia saja karena seperti mengacu pada namanya, global memiliki artian seluruh dunia. Global warming atau pemanasan secara global ini juga menjadi salah satu penyebab kekeringan terjadi baik di Indonesia ataupun di berbagai negara lain di dunia. Penyebabnya juga cukup beragam, mulai dari efek penggunaan rumah kaca, pemakaian zat-zat kimia, polusi udara sampai dengan pembuangan sampah secara sembarangan.

Minimnya daerah resapan

Indonesia adalah negara yang terus berkembang dan secara perlahan banyak daerah yang awalnya hijau kemudian dibuka dan dalam beberapa tahun setelahnya berubah menjadi tempat hunian dan sejenisnya. Namun justru hal tersebut berakibat buruk karena dapat mengakibatkan bencana kekeringan. Pasalnya, dengan banyaknya pembukaan lahan dan juga mendirikan beton-beton bertingkat di atasnya, maka secara otomatis berkurang pula serapan air hujan dan kandungan air tanah semakin lama semakin hilang karena tidak mendapatkan pasokan lagi.

Tags:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *