Berita Harian Tentang Air Bersih Berita Air Bersih Masalah Air Bersih Bukanlah Masalah Remeh Temeh

Masalah Air Bersih Bukanlah Masalah Remeh Temeh



Terasa sangat sepele dan remeh temeh bagi orang yang berada di kawasan yang memiliki kandungan air bersih dalam jumlah melimpah bahkan tidak kekeringan ketika musim kemarau tiba, namun lain soal lagi untuk orang-orang yang berada di daerah yang sering kekurangan pasokan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.

Dikarenakan hal tersebut, siapa sangka permasalahan air bersih dapat menjadi pemicu perselisihan atau konflik di dalam masyarakat. Monopoli, ekploitasi sampai dengan pencemaran sumber air bersih yang dibutuhkan masyarakat banyak oleh kelompok-kelompok tertentu dapat merugikan semua orang dan hal tersebut dapat memicu pertengkaran yang tidak sedikit harus diselesaikan dengan adu fisik.

Seperti contohnya saja yang pernah terjadi di Kotatif Batu di mana sumber mata air Umbul Gemulo menjadi rebutan antara pemilik Hotel The Rayja dengan warga setempat. Warga setempat memprotes keras akan rencana didirikannya hotel tersebut di atas sumber mata air Umbul Gemulo yang dikhawatirkan dapat merusak lingkungan dan otomatis membuat sumber pendapatan masyarakat sekitar terganggu. Pasalnya, banyak warga setempat yang memanfaatkan air dari Umbul Gemulo untuk kebutuhan sehari-hari dan juga untuk mengairi sawah dan ladanganya atau juga sebagai air minum ternak mereka.

Contoh lain dari masalah air bersih yang terjadi di Tanah Air karena masalah air bersih tersebut adalah seperti yang dialami oleh warga di Kampung Jollo, Desa Bulucindea, Kecamatan Bungoro, Kabupaten Pangkep. Warga penduduk kampung tersebut sampai harus beradu fisik dengan pihak dari PT Semen Tonasa yang dituding memonopoli dan mengurangi jatah air bersih untuk masyarakat sekitar.

Tentunya dengan satu contoh di atas, maka ketersediaan air bersih bukan sesuatu yang dapat dianggap remeh. Bahkan menurut World Bank, ketika suatu negara mengalami kelangkaan air, maka akan berimbas pada sisi perekonomian negara tersebut dan dapat mengganggu kestabilan Pendapatan Domestik Bruto. Imbasnya adalah terlahir konflik serius di dalam negara.

Hal tersebut sudah dapat dilihat contohnya seperti di banyak negara di Afrika atau yang terletak di beberapa tempat di Timur Tengah dan Asia Timur. Karena masalah air bersih tersebut, maka mau tidak mau menciptakan masalah lain berupa meningkatnya harga pangan dan lain sebagainya.

Di Indonesia sendiri, belum sampai ke taraf se-ekstrek tersebut, namun setiap musim kemarau tiba, banyak daerah yang mengalami kekeringan parah. Bahkan tidak sedikit ada laporan bahwa terjadi pertikaian antar-sesama warga karena berebut sumber air untuk mengairi sawah atau ladang mereka.

Oleh karenanya, pihak Bank Dunia berharap agar setiap pemerintah di suatu negara dapat dengan cepat tanggap untuk mengatasi masalah ketersediaan air bersih di negara mereka. Cepat tanggap yang dimaksud adalah mulai dari menjaga pasokan air bersih alami yang ada sampai dengan mampu mengolah kembali air-air yang tak layak konsumsi agar dapat kembali digunakan.

Seperti yang dikutip dari Bisnis Indonesia, Deputi Bidang Statistik Sosial Badan Pusat Statistik (BPS) M Sairi Hasbullah menjelaskan bahwa benar apa yang diujarkan oleh pihak Bank Dunia dan oleh sebab itu, Pemerintah Indonesia terus membangun infrastruktur di berbagai daerah agar dapat membantu atasi masalah air bersih tersebut.

Sairi juga berpendapat bahwa infrastruktur-infrastruktur yang dibangun tidak hanya bertujuan untuk menanggulangi masalah kelanggkaan air saja, melainkan lebih dari itu adalah untuk memangkas tingkat kemiskinan secara nasional karena dirasa dapat membantu meningkatkan pendapatan masyarakat, terutama di daerah-daerah tertentu.

Tags:

1 thought on “Masalah Air Bersih Bukanlah Masalah Remeh Temeh”

  1. joni sibutar says:

    iya ini harus segera di benahi ini masalah air bersih merupakan masalah besar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *