Berita Harian Tentang Air Bersih Berita Mutu dan Akses Air Bersih di Indonesia, Sudah Terjamin ?

Mutu dan Akses Air Bersih di Indonesia, Sudah Terjamin ?



 

Masalah air bersih di Indonesia seperti tidak ada habisnya. Terutama dari Sisi pasokan serta Asas untuk mendapatkan air bersih tersebut. Pertumbuhan penduduk terus meningkat sehingga penggunaan air juga semakin tinggi tiap harinya. Kebutuhan terhadap air, khususnya kuantitas apalagi kualitas juga patut untuk ditingkatkan. Air yang kotor atau tercemar dapat menimbulkan berbagai penyakit, dan bisa menjadi salah satu penyebab kematian. Setidaknya pada tiap tahun sebanyak 1,7 Juta anak meninggal dunia karena diare yang berdampak dari lingkungan tidak sehat, karena air kotor atau tercemar.

Berdasarkan dari hasil survei sosial ekonomi nasional yang dilakukan oleh badan pusat statistik, peningkatan rumah tangga untuk mempunyai akses pada sumber air minumYang layak di Indonesia. Menurut data, di tahun 2012 hanya terdapat 65,05 persen rumah tangga yang mempunyai akses terhadap sumber air minum yang layak. Di tahun 2014, kurang lebih 68,11% rumah tangga memiliki akses untuk air minum layak.

Pada tahun lalu, yaitu tahun 2017 angka tersebut naik menjadi 72,04 persen. Walaupun angka ini terus naik, tidak ada satupun provinsi yang mempunyai akses sumber air minum layak mencapai angka 100%. Provinsi dengan akses tertinggi di tahun 2017 lalu adalah Bali, dan angkanya baru mencapai 90,85% saja. Yang kedua yaitu DKI Jakarta dengan angka mencapai 88,93% di tahun 2017. Selain itu, terdapat juga Kalimantan utara yang masuk sebagai provinsi baru, memiliki akses tinggi dan berada pada posisi ke empat yaitu 83,78persen.

Periode sebelumnya, DKI Jakarta pernah menempati posisi yang pertama. Namun di tahun 2017, Proporsi tersebut menurun karena memburuknya mutu air pada sungai Ciliwung dimulai dari tahun 2014 lalu hingga 2016. Sungai Ciliwung ini masuk dalam kategori cemar berat. Sementara untuk Bengkulu berada pada peringkat terbawa dengan angka 43,823% yang memiliki akses sumber air minum layak di tahun 2017 lalu. Selain itu akses Endah juga dapat dilihat di Lampung. Lampung hanya mampu mencatatkan angka sebesar 53,79% untuk akses air minum layak. Di Papua, angka yang dicapai yaitu 59,09 persen.

Rendah nya akses kepada air bersih disebabkan oleh permasalan permasalahan ketika melakukan penyelenggaraan Sanitasi serta air minum. Maka dari itu, kesegala masyarakat harus terus ditingkatkan untuk menjaga perilaku hidup sehat dan juga bersih. Dilihat dari data Susenas, Air minum masyarakat secara nasional sumbernya didapatkan dari air minum dalam kemasan, air tanah, sumur terlindung. Kualitas air sangat penting dijaga, karena air yang tercemar juga. Air tercemar merupakan salah satu penyebab penyakit Dermatitis dan berbagai jenis penyakit lainnya.

Seluruh aktivitas manusia hampir selalu membutuhkan air. Ini merupakan kebutuhan mutlak. Halo juga merupakan salah satu hak yang dilindungi oleh undang undang dan juga harus dipenuhi kebutuhannya. Bukan hanya melalui pemerintah saja, masyarakat juga harus berperan aktif untuk menjaga agar sumber air yang ada tidak mudah tercemar.

Tags: ,